MENENTUKAN ARAH KIBLAT

Waalaikumsalam…. Menghadap kiblat dalam shalat merupakan  syarat sahnya shalat. Kiblat adalah arah baitullah atau Masjidil Haram. Firman Allah S.W.T “hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram (Q.S. Al Baqarah (2):144) rasulullah bersabda” apabila kamu akan mendirikan shalat, sempurnakanlah wudlu dan menghadaplah ke kiblat” (H. R. BUKHARI) walaupun kita diwajibkan menghadap Kiblat saat shalat, ada beberapa kondisi ketika kita diperbolehkan utk tidak menghadap kiblat diantaranya : situasi tidak memungkinkan.. Misal org sakit yg shalat sambil berbaring, tunanetra yang tdk tahu arah kiblat dan tidak ada yg mengarahkannya, seseorang yang berada di daerah asing (luar negeri) yg mayoritas penduduk nya non muslim. Allah S.W.T berfirman “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan ukuran kesanggupannya” (Q.S. Al Baqarah (2):286).Rasulullah bersabda :”Apabila aku memerintahkan sesuatu, kerjakanlah sesuai kadar kemampuanmu… “(HR. Muslim)  kemudian  shalat di dalam kendaraan..
Kemudian situasi yg tidak aman Allah berfirman “jika kamu takut ada bahaya, salatlah sambil berjalan atau berkendaraan”  (Q.S. Al Baqarah (2):239)

Dulu pernah dikisahkan pada jaman rasul..  Sahabat nabi yaitu jabir R. A dan kelompoknya atas perintah rasulullah melakukan sebuah perjalanan ke daerah Syria, di perjalanan jabir R. A.  Dan kelompok kebingungan menentuka  arah kiblat karena kondisi yang gelap gulita. Para sahabat jabir diperjalan berdebat mengenai arah kiblat. Pada akhirnya mereka shalat. Setelah shalat para sahabat membuat garis di tanah utk melihat hasil arah kiblat yang mana di keesokan harinya..dan ketika matahari terbit ternyata pada shalat malam itu mereka tidak menghadap ke kiblat.. Permasalahan ini ditanyakan kepada baginda rasulullah. Nabi Muhammad saw menunggu wahyu..hingga turunlah ayat ini.. “dan kepunyaan Allah-lah Timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (rahmatNYA) lagi maha mengetahui” (Q.S. Al Baqarah (2):115).

Kesimmpulannya kita diperbolehkan shalat menghadap ke arah mana saja yang diyakini sebagai arah kiblat. Jika ternyata kiblat itu salah, shalatnya tetap sah dan tidak perlu diulangi lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s